Senin, 26 September 2016

Ayo Cegah Kegemukan dimulai sebelum bayi lahir

Munculnya berita tentang Arya Permana, bocah 10 tahun yang mempunyai bobot tubuh 10 kilogram membuat banyak orang bertanya-tanya. Apakah sebenarnya obesitas bisa diprediksikan sejak bayi masih dalam kandungan?

Menurut Robert C. Whitaker, MD, MPH, ilmuwan dari Princeton University di New Jersey yang melakukan penelitian di Cincinnati Children's Hospital Medical Center menyebutkan bahwa anak-anak cenderung berisiko obesitas jika ibunya juga kegemukan selama masa hamil.

http://www.asalasah.com/2016/07/ayo-cegah-kegemukan-dimulai-sebelum.html

"Calon ibu yang kegemukan di masa awal kehamilan memicu risiko obesitas dua kali lipat pada saat anak berumur 2 sampai 4 tahun," ujar Whitaker yang menuliskan penelitiannya di jurnal Pediatrics.
Yang dimaksud dengan obesitas adalah jika anak-anak kelebihan berat badan. Berat badannya itu tidak hanya di atas rata-rata anak seusianya, namun anak itu mempunyai lemak tubuh lebih dari 95 persen daripada anak-anak seusianya.

Whitaker mengamati data 8.500 anak-anak dari golongan berpenghasilan rendah yang masuk dalam progam Special Supplemental Nutrition Program for Women, Infants, and Children. Program WIC memberikan bantuan makanan tambahan, perawatan kesehatan, pendidikan gizi bagi ibu hamil, pendidikan menyusui. Program ini diperuntukkan bagi perempuan dan anak-anak sampai usia 5 tahun yang berisiko kekurangan gizi.

Whitaker menyebutkan sampai umur 4 tahun, satu di antara empat anak yang dilahirkan oleh perempuan yang kegemukan ternyata mengalami obesitas.

"Waktu sebelum ibu dinyatakan hamil, selama masa kehamilan, dan di awal kehidupan anak adalah masa-masa yang bagus untuk bisa mencegah obesitas," ujar Whitaker.

Sementara itu, laman Harvard School of Public Health Obesity Prevention Source Web menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh perempuan saat mengandung agar anaknya tidak mengalami obesitas, yaitu kebiasaan merokok, naiknya berat badan, dan tingkat gula darah selama kehamilan.

Meskipun merokok selama hamil cenderung memperlambat pertumbuhan embrio, anak dari perempuan yang merokok selama hamil lebih cenderung kegemukan daripada anak dari perempuan yang tidak merokok saat hamil.

Dalam sebuah penelitian terhadap 14 studi terungkap bahwa yang merokok saat hamil berhubungan dengan meningkatnya risiko hingga 50 persen anak-anak menjadi kelebihan berat badan. Kebanyakan studi itu menyebutkan terjadinya obesitas saat anak berumur 3 sampai 7 tahun; satu studi menemukan anak obesitas pada umur 14 tahun; dan satu studi lainnya menemukan anak kelebihan berat badan sepanjang masa remajanya.

Kenaikan berat badan ibu hamil juga bisa menyebabkan anaknya kelebihan berat badan. Penelitian bernama Project Viva mengamati lebih dari 2.000 perempuan hamil dan anak mereka sejak saat mereka hamil dan terus mengamati perempuan dan anaknya itu sampai remaja.

Menggunakan data dari proyek ini, para peneliti mengamati hubungan antara kenaikan berat badan ibu saat hamil dengan risiko obesitas anaknya pada umur 3 tahun.

Anak dari perempuan yang mengalami kenaikan berat badan berlebihan saat hamil ternyata berisiko empat kali lipat obesitas pada umur 3 tahun jika dibandingkan dengan anak dari perempuan yang berat badannya cukup saat hamil.

Hal lain yang bisa menyebabkan anak mengalami obesitas adalah karena ibunya mengalami diabetes selama hamil (gestational diabetes). Di antara anak-anak berumur 5-7 tahun, risiko kelebihan berat badan meningkat pada anak-anak yang ibunya menderita diabetes selama hamil yang tidak ditangani.
Di antara anak-anak yang ibunya mengalami diabetes selama hamil yang dirawat dengan benar, risiko itu lebih rendah.


EmoticonEmoticon